Home » Berita Utama » KH. Mu’tashim Billah: Kemampuan Teknis Operasional Syarat Penting Pengelolaan Pesantren
588 views

KH. Mu’tashim Billah: Kemampuan Teknis Operasional Syarat Penting Pengelolaan Pesantren

Pada hari ke 3 Raker ke-2 Ponpes Assalam Arya Kemuning diisi dengan taushiyah oleh Ust. KH. Mu’tashim Billah (Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Pandanaran – Yogyakarta). Beliau memaparkan ibrah Sunan Ampel yang mendidik dan mengirimkan santri-santrinya ke seluruh penjuru pelosok nusantara yang dididik dasuh dari penduduk biasa yang dikumpulkan di pondok pesantrennya di Ampel-Surabaya.
Dalam pola ini santri bukanlah “murid” semata bagi guru pengasuhnya, tetapi menjadi orangtua bagi santrinya, hubungan santri dan guru pengasuhnya adalah hubungan orang tua dan anak yang mempersiapkan generasi dakwah untuk menghadapi tantangan dakwah di pedalaman nusantara. Ponpes Assalam menjadi “gambaran masa kini” atas pola pengkaderan dan dakwah dari dan untuk kalangan pedalaman nusantara.

Ust. KH. Mu’tashim Billah menekankan pentingnya kemampuan teknis operasional dalam pengelolaan pesantren. Target pencapaian dalam pengasuhan pesantren adalah penguasaan santri terhadap 3 (tiga) hal ; Al Qur’an, Kitab-kitab yang menjadi khazanah pengetahuan Islam, pengetahuan bahasa Inggris. Untuk mempersapkan pencapaian tersebut maka dilakukan pelatihan 7 (tujuh) hari bagi pengurus untuk meningkatkan kemampuan dasar 3 hal tersebut, untuk membentuk karakter dalam pengasuhan santri, termasuk “outbound” untuk membangun kebersamaan agar para pengasuh/pengurus dapat bekerjasama sebagai tim, pelatihan ditutup dengan renungan malam. Setiap selesai shalat fardhu para peserta pelatihan membaca Al-Quran sebanyak satu juz secara bersama-sama dipandu narasumber sehingga 30 juz dicapai dalam 6 hari pelatihan tersebut, serta menghafal juz 30.

Bagaimana ukuran Kinerja Pesantren ?
a.    Target Pengasuhan santri adalah (1) Penguasaan Alqur’an ; minimum  santri mampu menghafal juz 30 dan membaca Alqur’an dengan bacaan yang benar pada tingkat MTs, (2) Penguasaan kitab kuning ; minimum mampu membaca kitab dengan tulisan tanpa harakat termasuk mampu  membaca terjemahan aksara arab pegon (MTs) dan pada tingkat MA sudah mampu, (3) kemampuan bahasa asing mampu menguasai percakapan bahasa inggris sehari-hari,
b.    Membangun proses pengasuhan yang berperan dalam pembentukan karakter ( character building) serta
c.    Proses pengasuhan yang mendorong kemampuan bekerja secara team, dan
d.    memiliki penguasaan jaringan/network yang kuat.