Home » Berita Utama » IKRAR SYAHADAT
383 views

IKRAR SYAHADAT

Alhamdulillah, tadi malam saudara kita telah bertambah.

“Subhanallah, Walhamdulillah, Allahu Akbar!” Begitulah pekik haru bercampur bahagia, para santri ponpes Assalam di aula, usai pengikraran bacaan kalimah syahadat sebagai tanda masuknya dua saudari baru ke dalam aqidah barunya, Islam. Ritual pengislaman dilakukan oleh pengasuh pondok, bapak KH Arief Heri Setyawan yang sebelumnya sudah mengislamkan lebih 1000 orang masyarakat setempat. Dua saudari baru kita ini datang ke pondok dengan diantar oleh orang tuanya, pak Mujahidin [dulunya bernama Dewa] dari desa Balok Asa ba’da isya [selasa 10/05/2016].

Mereka mengaku menjadi mualaf atas kemauan dan kesadaran sendiri setelah orang tuannya lebih dulu menjadi mualaf. Kini
sekeluarga sudah memeluk agama yang diridhoi Allah yaitu Islam. Rona wajah petani dan pekebun dari suku Dayak Tunjung itu tidak bisa menahan kebahagiannya dengan saling berpelukan haru becampur bahagia.

Desi yang berusia 19 tahun, kini telah berganti nama islam menjadi Siti Nur Kholifah. Serta saudarinya, Mustika berusia 23 tahun berganti nama islam menjadi Siti Nur Kholidah, pemberian nama dari pengasuh pondok. Sungguh, nikmat dan anugerah Allah yang terbesar adalah hidayah dan iman. Alhamdulillah, kini hidayah dan kasih sayang Allah telah turun kepada mereka. Di usia yang sudah menginjak dewasa ini, hati mereka tergerak untuk kembali ke Fitrah setelah sebelumnya menganut agama kristen.

Walau dengan sedikit terbata-bata dalam melafalkan dua kalimat syahadat. “Asyhadu alla illaha illallahu wa asyhadu anna muhammadarrasulullahu”. Dan saat itu pula mereka memutuskan untuk mengenakan jilbab, menutup aurat sebagaimana perintah islam.

Suasana menjadi semakin haru, saat Siti Nur Kholifah dan Siti Nur Kholidah meneteskan air mata bahagia. Demikian pula santriwati yang hadir karena kini saudari mereka bertambah.
Setelah memberika sedikit tausiah, pengasuh Pondok Pesantren Assalam memberikan beberapa bingkisan kepada mereka, berupa mukena, jilbab, Al-Qur’an dan buku tuntunan Sholat. Dengan harapan, agar mereka dapat mempelajari agama Islam lebih dalam. Pondok juga senantiasa membuka pintu lebar-lebar buat mereka untuk mondok belajar agama.