fbpx
Home » Berita Utama » Qurban Untuk Kampung Binaan Pedalaman Kalimantan Timur
1.063 views

Qurban Untuk Kampung Binaan Pedalaman Kalimantan Timur

Santri Bersama Hewan Qurban  antrian panjang penerima daging qurban

Pendistribusian Daging Qurban Nyebrang Mahakam

Idul Adha bagi Pondok Pesantren Assalam yang konsen dalam pembinaan masyarakat sekitar Kutai Barat khususnya pedalamanmenjadi momen yang sangat istimewa. Seperti tahun-tahun sebelumnya setelah idul Adha, satu per satu warga ada mengucapkan dua kalimat syahadat, menyatakan keislaman. Jumlah hewan qurban tahun ini meningkatdari tahun sebelumnya. Total 44 ekor sapi dan 35 ekorkambing diamanahkan untuk dipotong dan dibagikan kepada warga binaan Pondok Pesantren Assalam. Tercatat 3.416 orang penerima daging kurban, menjangkau hingga 103 kampung hingga ke pedalaman.

Ratusan orang diantara penerima daging qurban dari kampung yang jauh telah datang sehari sebelum hari raya idul adha. Para tamu pondok yang datang disamping untuk merayakan hari raya bersama, mereka akan mengambil jatah daging qurban seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Bukan hanya mualaf dari desa-desa binaan pondok, tapi nonmuslim dari suku Dayak juga ikut berdatangan merayakan hari raya dan membantu prosesi pemotongan hingga akhir. Itulah kebersamaan indah masyarakat Dayak Kutai Barat karena keluarga mereka juga ada yang muslim. Event besar hari raya qurban di podok yang melibatkan ribuan orang dari berbagai suku dan agama ini bisa menjadi sarana dakwah yg sangat efektif. Bagaimana kita menyambut dan memperlakukan mereka dengan penuh keakraban dan persaudaraan yg pada akhirnya memunculkan rasa simpati serta kesadaran untuk memahami Islam lebih dekat.

Menyebrang Mahakam, Menerobos Hutan, Menjangkau Muslim Suku Dayak

Pada hari ke tiga, Sabtu. 28 Sep 2015,pendistribusian daging qurban beralih ke komunitas Dayak Baha’u dan Dayak Tunjung di kampung Long Iram Anah danLong Iram Ilir. Untuk mencapai lokasi itu diperlukan waktu 2 jam dengan kendaraan roda empat dan harus menyebrangi sungai Mahakammenggunakan kapal kayu roro.Suku Dayak Bahau adalah suku Dayak yang memiliki tradisi khas kuping panjang karena biasa menggunakan anting-anting besi besar dan banyak. Tapi jangan dibayangkan para muallaf suku Dayak penerimadaging qurban itu masih primitif berpakaian seadanya serta bertelingga panjang. Mereka saat ini rata-rata wanitanya sudah menutup aurat dan sebagian kecil lainnya berpakaian sopan.

Ternyata lewat pembagian daging qurban ini mereka memiliki kesan positif dan sangat mendalam saat perayaan idul adha. Bukan hanya kegembiraan mendapatkan daging qurban tapi lebih dari itu, mereka merasa diperhatikan oleh saudara sesama muslim lainnya. Tak jarang kerabat maupun warga lainnya yang menganut agama nenek moyang jugaturut tersentuh dengan perhatian semacam ini yang pada akhirnya membuat mereka mengenal Islam lebih jauh dan mau memeluk agama Islam.

Pada hari ke 4, panitia menyembelih sebanyak 5 Hewan qurban, dengan rincian 4 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Hari Tasyrik terakhir, sudah tidak seramai hari-hari pertama, selain jumlah hewan qurban yang sudah tinggal sedikit, dan juga lebih mengkhususkan kepada kampung-kampung binaan.

Pendistribusian daging qurban, dibagi menjadi Dua bagian. Pertama untuk daerah yang jauh, sehingga harus diantar menggunakan kendaraan roda empat. Beberapa kampung yang diantar pada hari ini adalah, kampung Longhubung, Datah Bilang, Lutan, Muara Tebok, Maung dan Kayu Mas.

kedua, untuk daerah yang jauh dan sulit dijangkau. Beberapa titik yang mendapat perhatian khusus ini, ditangani langsung oleh salah seorangDai Assalamkader Pondokkhusus yang mendistribusikan daging ke kampung Muara Siram, Resak Kampung, Grunggung, dan Tanjung Soke. Kesempatan ini kamimanfaatkan juga untuk silaturahmi kepada seluruh jamaah muallaf yang ada disana. Mereka menyambut kami yang mewakili pak Kyai dengan pelukan hangat penuh persaudaraan. Yang menggembirakan adalah kabar semakin banyak saudara baru kita di kampung binaan. Walau teramat jauh terpisah oleh jarak, namun ikatan batin dan ukhuwah islamiyah tetap terjalin erat.

“Tidak ada waktu untukberistirahat dalam dakwah. Dan kita harus terjun langsung ke tengah-tengah umat.”Setidaknya itulah motto kami. Dan itu petualangan terindah berdakwah di wilayah terisolir pedalaman Kutai Barat Kaltim ini. Untuk itulah kami membuka tangan lebar-lebar menyambut kedatangan para da’i pejuang muda yang bermental petualang untuk bergabung bersama kami disini. Tafadhol.

Syukur alhamdulillah, seluruh rangkaian acara dan kegiatan perayaan hari raya Idul Qurban pada tahun 1436 H ini berjalan dengan baik. Tentu harapan kedepannya semoga bisa menjadi lebih baik dan bisa menyalurkan daging qurban lebih banyak lagi. Akhirnya, kepada seluruhAghniya dan dermawan yang sudah mempercayakan pemotongan dan penyaluran daging qurban kepada Pondok Pesantren Asslam. Kepada seluruh tokoh masyarakat, pejabat daerah, RRI Kubar, lembaga keamanan, media, tim medis,tim panitia qurban, assatizd, santri yang terlibat, simpatisan dan semua orang yang ikut mensukseskan acara ini.Tak henti-hentinya kami ucapkan doa “Jazakumullah khairan jaza.”Semoga amal baik bpk/ibu/sdr diterima disisi Allah dan mendapat balasan yang sebaik-baiknya.Tidak hanya di dunia, tapi juga di akherat kelak. Amin amin yaa rabbal ‘alamin.

======================

<web:assalamkubar.com,fb.com/assalamkutaibarat>

CP+6281346315991,+6281520952281,+6281346315768,

PINBB:2A88BBEC

Rek.BSMKCPKutaiBaratNo.7053073845atasnamaYayasanPondokPesantrenAssalam

Rek.BRIKCPMelakNo.062601002374506atasnamaYayasanPondokPesantrenAssalam

Rek.BPDKaltimCab.MelakNo.0112030849atasnamaPondokPesantren